Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Haji

Pelajaran Keutamaan Makkah dan Masjidil Haram

Makkah terletak di bagian barat Jazirah Arab dan meliputi Masjidil Haram, rumah paling suci di bumi. Kota yang mulia ini beserta masjidnya memiliki status yang agung dalam Islam. Dalam pelajaran ini Anda akan mempelajari beberapa hal terkait itu.

  • Mengetahui keutamaan kota Makkah.
  • Mengetahui keutamaan Masjidil Haram.

Keutamaan Makkah. Kota yang baik ini memiliki kedudukan yang agung dan banyak keutamaan, di antaranya:

1. Dia merupakan negeri yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya, ﷺ.

Abdullah bin Adi bin Hamra raḍiyallāhu 'anhu berkata, “Aku melihat Rasulullah ﷺ berdiri di Al-Huzūra (suatu tempat di Makkah), lalu beliau bersabda, 'Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah negeri Allah yang terbaik dan negeri Allah yang paling dicintai oleh Allah. Kalau seandainya aku tidak diusir dari darimu, niscaya aku tidak akan meninggalkannya.” (HR. Tirmizi: 3925). Dalam riwayat lain: “Dan negeri Allah yang paling aku cintai” (HR. Ibnu Majah: 3108)

2. Dia merupakan negeri yang Allah haramkan.

Allah telah melarang makhluk-Nya menumpahkan darah di atasnya, berbuat jahat kepada siapa pun di atasnya, berburu binatang buruan, atau menebang pohon-pohon atau rumput-rumputannya. Allah Ta'ala berfirman, “Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) yang Dia telah haramkan (menjadikannya suci) dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk jadi orang muslim.” (QS. An-Naml: 91)

Nabi ﷺ bersabda, “Allah telah menjadikan Makkah itu haram (suci), bukan manusia yang mengharamkannya (menjadikannya suci). Maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah di sana atau menebang pohonnya.” (HR. Bukhari 104; Muslim: 1354).

3. Di dalamnya ada Masjidil Haram. Masjid ini memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

1. Masjid pertama yang dibangun di muka bumi untuk beribadah kepada Allah.

Sahabat yang mulia Abu Zar al-Gifari raḍiyallāhu 'anhu berkata, "Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali didirikan di bumi?" Beliau menjawab, “Masjid Haram.” Saya berkata, "Lalu yang mana?" Beliau menjawab, “Masjid Al-Aqsa.” Saya bertanya, "Berapa jarak antara keduanya?" Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Di mana saja waktu shalat mendapatimu maka shalatlah, karena di situ adalah masjid.” (HR. Bukhari: 3366; Muslim: 520)

2. Di dalamnya terdapat Ka'bah Yang Mulia.

Ka'bah adalah bangunan kubik di tengah halaman Masjidil Haram, dan merupakan kiblat yang menjadi arah umat Islam dari seluruh dunia saat shalat. Dia dibangun oleh Ibrahim dan putranya, Ismail, 'alaihimassalām, atas perintah Allah Azza wa Jalla. Kemudian dia sudah direnovasi beberapa kali. Allah Azza wa Jalla berfirman, “(Ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah (Ka'bah) bersama Ismail (seraya berdoa), 'Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'” (QS. Al-Baqarah: 127) Suku Quraisy setuju Nabi ﷺ menjadi orang yang akan meletakkan Hajar Aswad di tempatnya ketika mereka merenovasinya kembali.

3. Pahala shalat di dalamnya berlipat ganda.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu kali shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu kali shalat di masjid lainnya.” (HR. Ibnu Majah: 1406; Ahmad: 14694).

4. Allah telah mewajibkan haji ke Baitullah (Ka'bah) bagi orang-orang yang mampu ke sana.

Nabi Ibrahim 'alaihissalām menyeru manusia untuk menunaikan ibadah haji, maka manusia berbondong-bondong mendatanginya dari segala penjuru. Begitu pula para nabi alaihimussalām menunaikan ibadah haji ke sana, sebagaimana telah diberitahukan kepada kita oleh Rasulullah ﷺ. Allah Ta'ala berfirman saat memberitahukan perintah-Nya kepada Ibrahim, “Serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Ḥajj: 27)

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian