Bagian saat ini: Haji
Pelajaran Keutamaan Makkah dan Masjidil Haram
Informasi pelajaran
Target
12,632 siswa lain yang menyelesaikan pelajaran ini
Abdullah bin Adi bin Hamra raḍiyallāhu 'anhu berkata, “Aku melihat Rasulullah ﷺ berdiri di Al-Huzūra (suatu tempat di Makkah), lalu beliau bersabda, 'Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah negeri Allah yang terbaik dan negeri Allah yang paling dicintai oleh Allah. Kalau seandainya aku tidak diusir dari darimu, niscaya aku tidak akan meninggalkannya.” (HR. Tirmizi: 3925). Dalam riwayat lain: “Dan negeri Allah yang paling aku cintai” (HR. Ibnu Majah: 3108)
2. Dia merupakan negeri yang Allah haramkan.
Nabi ﷺ bersabda, “Allah telah menjadikan Makkah itu haram (suci), bukan manusia yang mengharamkannya (menjadikannya suci). Maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah di sana atau menebang pohonnya.” (HR. Bukhari 104; Muslim: 1354).
Sahabat yang mulia Abu Zar al-Gifari raḍiyallāhu 'anhu berkata, "Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali didirikan di bumi?" Beliau menjawab, “Masjid Haram.” Saya berkata, "Lalu yang mana?" Beliau menjawab, “Masjid Al-Aqsa.” Saya bertanya, "Berapa jarak antara keduanya?" Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Di mana saja waktu shalat mendapatimu maka shalatlah, karena di situ adalah masjid.” (HR. Bukhari: 3366; Muslim: 520)
2. Di dalamnya terdapat Ka'bah Yang Mulia.
3. Pahala shalat di dalamnya berlipat ganda.
4. Allah telah mewajibkan haji ke Baitullah (Ka'bah) bagi orang-orang yang mampu ke sana.
Keutamaan Makkah. Kota yang baik ini memiliki kedudukan yang agung dan banyak keutamaan, di antaranya: