Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Keluarga Muslim

Pelajaran Adab Pernikahan

Dalam pelajaran ini kita akan mempelajari sejumlah adab pernikahan.

  • Menjelaskan pentingnya setiap calon pengantin berpegang pada adab pernikahan.
  • Mengenal beberapa adab pernikahan terpenting yang diajarkan Islam.

Selain hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan pernikahan — yang sebagian berlaku sebelum akad, sebagian saat akad, dan sebagian setelahnya — Islam juga melengkapi pernikahan dengan serangkaian adab yang seharusnya dijaga oleh kedua mempelai. Tujuannya adalah meraih pahala dari Allah dan menjaga kekuatan serta kemantapan hubungan suami istri.

1- Niat

Niat memiliki kedudukan agung dalam Islam, sebagaimana ditunjukkan dalam hadis terkenal: "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niat, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari: 1, Muslim: 1907). Maka hendaknya pasangan suami istri menghadirkan niat yang baik dalam pernikahan. Termasuk bagian dari pemahaman agama adalah memperbanyak niat untuk menambah pahala dan ganjaran. Di antara niat-niat baik dalam pernikahan adalah menampakkan salah satu tanda kebesaran Allah, melaksanakan perintah syariat yang menganjurkan pernikahan, berharap dikaruniai keturunan saleh yang menauhidkan dan menyembah Allah, saling menjaga dari fitnah, dan lainnya

2. Mengikuti sunnah pada malam pertama

١
Suami bersikap lembut kepada istrinya saat berhubungan intim.
٢
Suami meletakkan tangannya di ubun-ubun istrinya sambil membaca doa yang diajarkan Nabi ﷺ, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tabiat yang Engkau ciptakan padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tabiat yang Engkau ciptakan padanya.” (HR. Ibnu Majah: 1918).
٣
Suami melakukan shalat dua rakaat bersama istrinya, sebagaimana dianjurkan sebagian sahabat.
٤
Berdoa sebelum berhubungan dengan membaca, “Dengan nama Allah, ya Allah jauhkan kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami.” (HR. Bukhari: 3271, Muslim: 1434). Perempuan pun boleh membacanya.
٥
Menghindari hal-hal yang diharamkan Allah saat berhubungan, seperti menyetubuhi istri melalui dubur atau ketika ia sedang haid.
٦
Jika suami ingin mengulangi hubungan setelah selesai, disunnahkan untuk berwudu. Ini berdasarkan hadis, “Apabila salah seorang dari kalian mendatangi istrinya kemudian ingin mengulanginya, hendaklah ia berwudu.” (HR. Muslim 308).
٧
Suami atau istri tidak boleh menyebarkan rahasia hubungan intim, sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Sesungguhnya termasuk orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang berhubungan dengan istrinya, dan istrinya berhubungan dengannya, lalu ia menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim: 1437).

3. Walimah (pesta pernikahan)

Walimah adalah sunnah yang ditekankan, berdasarkan sabda Nabi ﷺ kepada Abdurrahman bin Auf raḍiyallāhu 'anhu ketika ia menikah, “Adakan walimah walaupun hanya dengan seekor kambing.” (HR. Bukhari: 2048; Muslim: 1427).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam walimah:

١
Tidak hanya mengundang orang kaya, sesuai sabda Nabi ﷺ, “Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah, orang kaya diundang sedangkan orang miskin ditinggalkan.” (HR. Bukhari: 5177 dan Muslim 1432).
٢
Walimah dianjurkan dengan menyembelih kambing atau lebih jika mampu, tanpa berlebih-lebihan.
٣
Walimah boleh diselenggarakan tanpa hidangan daging.

4. Nyanyian wanita dalam pesta pernikahan

Wanita dibolehkan bernyanyi dengan kata-kata yang baik dan memainkan rebana, selama terpisah dari laki-laki dan tanpa menggunakan alat musik lain. Menampakkan kegembiraan dalam acara pernikahan adalah hal yang dibolehkan dalam Islam.

5. Bergaul dengan baik

Di antara adab pernikahan yang sangat ditekankan adalah bergaul dengan baik, agar kasih sayang tetap terjaga dan pasangan hidup dalam kebahagiaan dengan izin Allah. Allah Ta’ala berfirman, "Dan bergaullah dengan mereka secara baik." [QS. An-Nisā`: 19).

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian