Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Bersuci

Pelajaran Sunnah-Sunnah Fitrah

Allah 'Azza wa Jalla menciptakan (fitrah) manusia dengan serangkaian sifat kesempurnaan yang membuatnya terlihat sebaik mungkin jika ia mengerjakannya. Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari tentang sunnah-sunnah fitrah dan hukum-hukumnya.

  • Mengenal sunah fitrah.
  • Mengenal hukum sunah fitrah.

Sunnah-Sunnah Fitrah

Sunnah-sunnah fitrah adalah sifat-sifat yang Allah ciptakan secara fitrah pada manusia, dan yang dengannya seorang Muslim menjadi sempurna dengan melakukannya, sehingga ia berada dalam sifat-sifat terbaik dan penampilan paling indah. Hal ini karena Islam memperhatikan aspek-aspek keindahan dan penyempurnaan bagi seorang Muslim agar kebaikan lahiriah dan batiniahnya menyatu.

Nabi ﷺ bersabda, "Fitrah itu ada lima: Khitan (sunat), Istiḥdād (mencukur bulu kemaluan), memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari: 5891, dan Muslim: 257). Nabi ﷺ juga bersabda, "Sepuluh perkara termasuk fitrah: memotong kumis, membiarkan janggut, bersiwak, menghirup air (ke hidung), memotong kuku, mencuci ruas-ruas jari (Barājim), mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan Istinja’ (membersihkan kotoran setelah buang air kecil/besar dengan air)." (Perawi berkata), "Aku lupa yang kesepuluh, barangkali itu adalah berkumur (maḍmaḍah)." (HR. Muslim: 261).

Khitan

Khitan bagi laki-laki adalah pemotongan kulit yang menutupi ujung penis (kulup), dan biasanya dilakukan pada hari-hari pertama setelah kelahiran. Ini adalah salah satu sunnah fitrah yang wajib bagi laki-laki, dan memiliki banyak manfaat kesehatan.

Mencukur Bulu Kemaluan (Istiḥdād)

Menghilangkan bulu kasar di area kemaluan dengan mencukurnya atau dengan cara lainnya.

Memotong Kumis

Membiarkan kumis termasuk perkara yang diperbolehkan (mubah) dan bukan mustahab (dianjurkan). Jika seorang Muslim membiarkannya, maka ia harus menjaga agar tidak memanjangkannya secara berlebihan dan rutin memotong serta memendekkannya.

Memelihara Jenggot

Islam mendorong pemeliharaan dan pemanjangan jenggot, yaitu rambut yang tumbuh di kedua pipi dan dagu. Makna kata "pemeliharaan" adalah membiarkannya tetap ada dan tidak mencukurnya, sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Siwak

Maksudnya adalah menggunakan kayu siwak (arak) atau yang lainnya untuk membersihkan gigi, dan ini termasuk amalan yang dianjurkan (mustahab).

Memotong Kuku

Seorang Muslim seyogyanya rutin memotong (memendekkan) kukunya agar tidak menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan najis

Mencabut Bulu Ketiak

Seorang Muslim seyogyanya menghilangkan bulu ketiak, baik dengan mencabutnya atau dengan pembersih (penghilang) lainnya, sebagai upaya untuk menjaga agar tidak keluar bau yang tidak sedap dari sana.

Mencuci Ruas Jari (Barājim)

Al-Barājim adalah ruas-ruas dan lipatan-lipatan pada jari jemari, dan membasuhnya adalah amalan yang dianjurkan (mustahab).

Istinja`, Berkumur, dan Istinsyāq (Menghirup air)

Intiqāṣ al-mā` adalah Istinja' (membersihkan kotoran setelah buang air). Ketiga hal ini (Istinja', berkumur, dan menghirup air) sudah dibahas dalam pelajaran tentang Adab Istinja' dan Buang Hajat serta pelajaran Wudu.

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian