Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: IMAN

Pelajaran Iman dengan Keberadaan Allah

Keberadaan Allah ta'ala merupakan kenyataan yang paling nyata, karena semua makhluk yang kita lihat tidak mungkin ada tanpa keberadaan Allah Yang Maha Terpuji lagi Mahatinggi. Dalam pelajaran ini, Anda akan mengenal sejumlah bukti keberadaan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-.

Mencapai keyakinan mutlak terhadap keberadaan Allah ta'ala.

Makna beriman dengan Allah Azza wa Jalla

Yaitu keyakinan teguh terhadap eksistensi Allah ta'ala, dan pengakuan terhadap rubuhiyah (ketuhanan-Nya), uluhiyah (keilahian-Nya), serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

Sujud merupakan salah satu wujud penyerahan diri yang paling agung kepada Allah Sang Pencipta Yang Mahasuci lagi Mahatinggi.

Fitrah yang diberikan Allah

Mengakui keberadaan Allah ta'ala merupakan sesuatu yang fitrah dalam diri manusia, yang tidak memerlukan usaha untuk membuktikannya. Itulah sebabnya mengapa sebagian besar manusia mengakui keberadaan Allah, apa pun agama dan alirannya.

Kita merasakan dari lubuk hati yang terdalam bahwa Allah itu ada, dan kita berlindung kepada-Nya di saat-saat sulit dan musibah melalui fitrah kita yang berisi keimanan dan naluri keagamaan yang telah ditanamkan Allah dalam jiwa setiap manusia, sekalipun sebagian orang berusaha mengaburkan dan mengabaikannya.

Kita mendengar dan melihat orang yang dikabulkan doanya, peminta yang diberikan apa yang dimintanya, dan dikabulkannya doa orang-orang yang membutuhkan, yang semuanya mengindikasikan dengan pasti tentang eksistensi Allah ta'ala.

Bukti-bukti keberadaan Allah terlalu jelas untuk disebutkan atau dibatasi, di antaranya:

Setiap orang mengetahui bahwa suatu kejadian (maksudnya sesuatu yang terjadi padahal sebelumnya tidak ada) pasti ada yang menciptakannya (atau membuatnya), dan semua makhluk yang kita lihat setiap saat pasti ada yang menciptakannya, yaitu Allah Azza wa Jalla. Sebab, mustahil semua itu tercipta tanpa ada yang menciptakannya, sebagaimana mustahil juga semua itu bisa menciptakan dirinya sendiri; karena suatu benda pasti tidak menciptakan dirinya sendiri. Sebagaimana Allah ta'ala berfirman, "Apakah mereka diciptakan tanpa asal usul, ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?" (Aṭ-Ṭūr: 35). Makna ayat ini adalah bahwa mereka tidak diciptakan tanpa Pencipta, dan mereka juga tidak menciptakan diri mereka sendiri, maka sudah barang tentu pencipta mereka adalah Allah Tabarāka wa Ta'ālā.

Keteraturan alam semesta ini, langit dan bumi, galaksi-galaksi, bintang-bintang dan planet-planet, samudra-samudra, lautan dan sungai-sungai, gunung-gunung, dataran-dataran dan pepohonan, berikut semua makhluk yang ada di dalamnya yang semuanya menakjubkan, merupakan bukti yang meyakinkan bahwa alam semesta ini mempunyai satu Pencipta, yaitu Allah Subḥānahu wa Ta'ālā, "(Itulah) ciptaan Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna." (An-Naml: 88).

Planet-planet dan bintang-bintang ini, misalnya, bergerak dalam suatu sistem tetap yang tidak menyimpang, dan tiap planet bergerak dalam orbit yang tidak dilampauinya atau meleset darinya. Allah ta'ala berfirman: "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya." (QS. Yāsīn: 40)

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian