Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Puasa

Pelajaran Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha

Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal, setelah berakhirnya puasa bulan Ramadan. Sementara Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah, sehari setelah para jemaah haji melakukan wukuf di Arafah. Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari tentang kedua hari raya tersebut dan apa saja yang disyariatkan di dalam keduanya.

  • Mengenal dua hari raya Islam; Idul Fitri dan Idul Adha.
  • Mengenal apa yang disyariatkan di kedua hari raya ini.
  • Mengenal hukum zakat Fitrah.
  • Mengenal hukum-hukum tentang Kurban.

Idul Fitri

Idul Fitri adalah hari pertama bulan Syawal, bulan kesepuluh dalam kalender Islam. Idul Fitri datang setelah berakhirnya hari terakhir bulan Ramadan. Itulah sebabnya hari ini disebut Idul Fitri, karena pada hari ini manusia beribadah kepada Allah dengan berbuka puasa sebagaimana ibadah mereka kepada Allah dengan berpuasa di bulan Ramadan. Mereka merayakan Idul Fitri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan karunia-Nya yang memungkinkan mereka menyelesaikan puasa di bulan Ramadan yang penuh berkah. Allah Ta'ala berfirman, "Hendaklah kalian mencukupkan bilangan (puasa)nya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, agar kalian bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 185).

Apa yang disyariatkan pada hari raya Idul Fitri?

Shalat hari raya
Membayarkan zakat fitrah sebelum shalat Idul Fitri.
Menebarkan kegembiraan dan kebahagiaan di antara keluarga, saudara, tetangga, dan semua Muslim.
Bertakbir

Zakat Fitrah

Allah telah mewajibkan bagi siapa saja yang memiliki kelebihan makanan dari yang dibutuhkannya pada siang dan malam hari raya, untuk memberikan satu ṣā (lebih kurang 3 kg) dari makanan setempat berupa beras, gandum, atau kurma kepada kaum muslimin yang fakir dan miskin, agar tidak ada seorang pun yang berkekurangan pada hari raya.

Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

Dari terbenamnya matahari pada hari terakhir Ramadan hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri. Boleh juga membayarkannya satu atau dua malam sebelum shalat hari raya.

Ukuran Zakat Fitrah

Satu ṣā' dari makanan pokok setempat seperti gandum, beras, kurma, dan lain sebagainya. Satu ṣā' merupakan satuan takaran, tetapi perkiraan beratnya lebih mudah dikontrol dengan standar modern. Beratnya kira-kira sama dengan 3 kilogram.

Siapa saja yang wajib membayar zakat fitrah?

Siapa saja yang memiliki kelebihan makanan dari kebutuhannya pada hari raya dan malam hari raya wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti istri dan anak-anaknya. Disunnahkan untuk membayarkan zakat fitrah nama janin dalam kandungan ibu. Untuk setiap orang keluarkan satu ṣā' makanan lokal, yaitu sekitar 3 kilogram.

Hikmah Dibalik Zakat Fitrah

Rasulullah ﷺ mewajibkannya sebagai sarana penyucian bagi orang yang berpuasa dari ucapan yang tidak berguna dan perkataan yang tidak senonoh (yakni menyucikan orang yang berpuasa dari kesalahan-kesalahan dan kekhilafan-kekhilafan, dan untuk menyempurnakan segala kekurangan dalam adab berpuasa).

Idul Adha

Ini adalah hari raya kedua bagi umat Islam dan jatuh pada hari kesepuluh bulan Zulhijjah (bulan kedua belas dalam kalender Islam). Hari raya ini memiliki banyak keutamaan, antara lain:

1. Ini adalah salah satu hari terbaik dalam setahun.

Hari-hari terbaik dalam setahun adalah sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.” Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?" Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar membawa dirinya dan hartanya, kemudian tidak ada yang kembali sedikit pun.” (HR. Bukhari 969; Tirmizi: 757)

2. Hari itu adalah hari haji akbar.

Pada hari itu terdapat amalan haji yang paling agung, paling penting dan paling mulia, seperti tawaf mengelilingi Ka'bah, menyembelih hewan kurban, dan melempar jamrah Aqabah.

Apa saja yang disyariatkan pada hari Idul Adha?

Pada hari raya Idul Adha, orang yang tidak pergi haji disyariatkan melakukan apa yang dilakukan pada saat hari raya Idul Fitri, kecuali zakat fitrah yang khusus untuk hari raya Idul Fitri saja. Idul Adha ditandai dengan anjuran untuk mengorbankan hewan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kurban

Yaitu hewan seperti unta, sapi atau domba yang disembelih sebagai bentuk pengabdian kepada Allah pada hari Idul Adha, sejak setelah selesai shalat Idul Adha hingga terbenamnya matahari pada hari ketiga belas bulan Zulhijjah. Allah Ta'ala berfirman, “Maka shalatlah karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kauṡar: 2) Ayat ini ditafsirkan sebagai shalat hari raya dan ibadah kurban.

Hukumnya

Sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu. Seorang muslim yang berkurban untuk dirinya dan keluarganya.

Orang yang hendak berkurban disyariatkan untuk tidak memotong sedikit pun rambutnya, kukunya, dan kulitnya, mulai dari terlihatnya hilal bulan Zulhijjah sampai dengan penyembelihan hewan kurban.

Syarat Hewan Kurban

Hewan kurban syaratnya harus dari hewan ternak

Hewan ternak itu adalah domba, sapi, atau unta. Kurban tidak sah pakai hewan liar atau burung, dan lainnya. Seekor domba atau kambing cukup untuk seorang laki-laki dan keluarganya, dan seekor sapi atau seekor unta cukup untuk tujuh orang.

Mencapai usia yang dibutuhkan

Usia yang dibutuhkan dalam syaratnya adalah: enam bulan untuk domba, satu tahun untuk kambing, dua tahun untuk sapi, dan lima tahun untuk unta.

Hewan tersebut tidak memiliki cacat yang nyata.

Nabi ﷺ bersabda, “Empat hal yang tidak dapat diterima sebagai hewan kurban: hewan yang jelas-jelas bermata satu, hewan yang jelas-jelas sakit, hewan yang jelas-jelas pincang, dan hewan yang sangat kurus dan rusak.” (HR. Nasa’i: 4370; Tirmizi: 1497)

Apa yang harus dilakukan dengan hewan kurban tersebut?

١
Haram menjual bagian manapun dari hewan kurban, dan tidak boleh dijadikan sebagai upah bagi tukang jagal.
٢
Disunnahkan untuk membagi dagingnya menjadi tiga bagian, sepertiga dimakan, sepertiga diberikan sebagai hadiah, dan sepertiga sisanya disedekahkan kepada orang miskin.
٣
Seseorang dapat mendelegasikan kepada orang lain untuk memberikan uang kepada lembaga amal yang terpercaya untuk menyembelihkan hewan kurban dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan.

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian