Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Nabi ﷺ

Pelajaran Biografi Nabi Muhammad ﷺ (1)

Mengetahui biografi Nabi Muhammad ﷺ adalah bagian dari agama. Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar tentang sebagian besar kehidupan beliau sebelum diangkat menjadi Nabi.

  • Mengetahui rincian kehidupan Nabi ﷺ yang terpenting dari kelahiran beliau hingga menjelang diangkat menjadi nabi.

Sirah Nabawiyah

Seorang muslim wajib mengetahui secara rinci biografi Nabi Muhammad ﷺ, agar ia dapat meneladan beliau dalam segala urusan kehidupan, karena biografi beliau merupakan penerapan praktis dari hukum dan syariat Islam. Allah Ta'ala berfirman, "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." [QS. Al-Aḥzāb: 21]

1. Nasab Nabi ﷺ

Nasab Nabi ﷺ merupakan nasab yang paling baik dan paling terhormat. Nasab beliau adalah: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muṭṭalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusayy bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu`ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Al-Nadar bin Kinanah bin Khuzaymah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan, dan Adnan adalah keturunan Ismail 'alaihissalām.

2. Orang Tua Nabi ﷺ

Ayah beliau adalah : Abdullah bin Abdul Muṭṭalib bin Hasyim. Beliau meninggal dunia ketika Nabi masih berada dalam kandungan ibunya. Ibunya adalah: Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah.

3. Kelahiran Nabi ﷺ

Beliau dilahirkan pada hari Senin di bulan Rabi’ul Awwal tahun Gajah, bertepatan dengan tahun 571 Masehi.

4. Penyusuan Nabi ﷺ

Ṡuwaibah, budak Abu Lahab, menyusui Nabi ﷺ selama beberapa hari, kemudian beliau disusui di kabilah Bani Saad oleh Halimah Al-Sa'adiyah. Beliau tinggal bersamanya di Bani Sa'ad selama kurang lebih empat tahun. Hati beliau dibedah di sana dengan membersihkannya dari kejahatan jiwa dan setan. Setelah itu, Halimah mengembalikan beliau ke ibunya.

5. Perkembangan dan Masa Muda Nabi ﷺ

١
Setelah Nabi ﷺ kembali dari kampung Bani Sa'ad kepada ibunya, Aminah, di Makkah, beliau dibesarkan dalam asuhannya. Kemudian ibunya meninggal di Al-Abwa saat kembali dari Madinah ke Mekah. Ketika itu beliau berumur enam tahun. Dengan demikian, beliaupun menjadi yatim piatu.
٢
Kakeknya, Abdul Muttalib membawa beliau kembali ke Makkah, merawatnya dan mendidiknya sampai beliau berumur delapan tahun, dua bulan dan sepuluh hari. Kakek beliau, Abdul Muttalib meninggal di Makkah.
٣
Setelah kematian kakeknya, beliau dididik dan dirawat oleh paman beliau, Abu Ṭalib. Dia mengasuhnya bersama putra-putranya. Dia lebih memprioritaskan beliau di atas mereka, dan memuliakannya dan menghargainya. Nabi ﷺ selalu mendapatkan penjagaannya selama lebih dari empat puluh tahun.

Pekerjaan Nabi ﷺ Sebelum Diangkat Menjadi Nabi

١
Ketika masih muda, beliau menggembalakan domba domba penduduk Makkah di Makkah dengan imbalan beberapa Qirāt.
٢
Pada usia dua belas tahun, beliau pergi bersama pamannya Abu Ṭalib untuk berdagang ke Syam. Pada usia dua puluh lima tahun, Khadijah binti Khuwailid – yang merupakan seorang pedagang Quraisy yang memiliki kehormatan dan uang – menawarinya untuk menjualkan dagangannya ke Syam, dan dia bersedia untuk memberikan kepadanya upah yang lebih baik daripada apa yang biasa diberikan oleh pebisnis lain kepadanya; karena Khadijah sudah mendengar tentang kejujuran, amanah dan kemuliaan akhlak beliau. Rasulullah ﷺ pun menerima tawaran tersebut. Rasulullah ﷺ pergi berdagang dengan modal dari Khadijah, beliau ditemani oleh Maysarah berangkat ke Syam. Ketika beliau kembali ke Makkah, Khadijah mendapati amanah dan keberkahan dalam hartanya yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Kehidupan Nabi ﷺ Sebelum Diangkat Menjadi Nabi

Kehidupan Rasulullah ﷺ sebelum dakwah adalah kehidupan yang berbudi luhur dan terhormat. Beliau tidak mengenal kelalaian dan tidak melakukan kesalahan dalam hidupnya. Rasulullah ﷺ tumbuh dewasa dalam perlindungan Alllah Ta'ala. Allah menjaganya dari kekotoran jahiliah sehingga di kalangan kaumnya, beliau menjadi orang yang terbaik wibawanya, terbaik akhlaknya, paling dermawan, paling mulia nasabnya, paling baik dalam bertetangga, paling berbudi luhur, paling jujur dalam berbicara, paling agung dalam menjaga amanah, paling jauh dari perilaku maksiat dan akhlak tercela, sehingga beliau dikenal oleh mereka sebagai orang yang “jujur lagi terpercaya.”

6. Istri-istri Nabi Muhammad ﷺ

Beliau menikahi Khadijah raḍiyallāhu 'anhā ketika berumur dua puluh lima tahun. Ketika beliau pergi ke Syam untuk berbisnis dengan Maysarah, pelayan Khadijah, dia sangat takjub dengan pribadi Muhammad, perilakunya yang penuh dengan kejujuran serta amanah. Ketika kembali, dia memberi tahu majikannya tentang apa yang dia lihat, sehingga Khadijah ingin menikah dengannya. Khadijah adalah wanita pertama yang dinikahi oleh Rasulullah ﷺ. Beliau tidak ada menikahi wanita lain sampai Khadijah meninggal duni. Dia adalah ibu dari semua anak beliau, kecuali Ibrahim. Khadijah raḍiyallāhu 'anhā meninggal tiga tahun sebelum hijrah.

Nama-nama istri Nabi ﷺ

١
Khadijah raḍiyallāhu 'anhā.
٢
Ketika Khadijah raḍiyallāhu 'anhā meninggal, beliau menikahi Saudah binti Zam'ah raḍiyallāhu 'anhā
٣
Kemudian beliau menikah dengan Aisyah, putri Abu Bakar Al-Siddiq raḍiyallāhu 'anhumā
٤
Kemudian beliau menikah dengan Hafsah binti Umar bin Al-Khattab raḍiyallāhu 'anhumā
٥
Kemudian beliau menikah dengan Zainab binti Khuzaymah bin Al-Hariṡ raḍiyallāhu 'anhā
٦
Beliau juga menikah dengan Ummu Salamah yang bernama Hindun binti Umayyah raḍiyallāhu 'anhā
٧
Beliau juga menikah dengan Zainab binti Jahsh raḍiyallāhu 'anhā
٨
Kemudian Rasulullah menikah dengan Juwairiyah binti Al-Hariṡ raḍiyallāhu 'anhā
٩
Kemudian beliau menikah dengan Ummu Habibah raḍiyallāhu 'anhā, dan namanya adalah Ramlah, ada juga yang mengatakan namanya Hindun binti Abi Sufyan
١٠
Setelah penaklukan Khaybar, beliau menikah dengan Safiyah binti Huyay bin Akhtab raḍiyallāhu 'anhā
١١
Kemudian beliau menikah dengan Maimunah binti Al-Hariṡ raḍiyallāhu 'anhā. Maimunah adalah wanita terakhir yang menikah dengan Rasulullah ﷺ.

7. Anak-anak Nabi ﷺ

Anak-anak ﷺ menurut pendapat yang benar ada tujuh orang: tiga laki-laki dan empat perempuan.

Putra laki-laki beliau ada tiga, yaitu: Al-Qasim, yang namanya dijadikan julukan beliau; dia hidup selama beberapa hari saja. Kemudian Abdullah, yang dijuluki Al-Tahir dan Al-Tayyib; dan yang ketiga Ibrahim.

Beliau memiliki empat orang putri, yaitu: Zainab, yang merupakan putri sulungnya, Ruqayyah, Ummu Kulṡum, dan Fatimah. Semua putra dan putri Nabi berasal dari istrinya, Bunda Orang Beriman, Khadijah raḍiyallāhu 'anhā, kecuali Ibrahim, karena ia berasal dari selir Nabi, Mariah Al-Qibtiyyah, yang dihadiahkan oleh Al-Muqawqis kepada beliau.

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian