Bagian saat ini: IMAN
Pelajaran Cara Seseorang Masuk Islam
Informasi pelajaran
Target
7,565 siswa lain yang menyelesaikan pelajaran ini
Dua Kalimat Syahadat adalah:
Saat seseorang masuk Islam adalah momen teragung dalam hidupnya. Ini adalah kelahiran sejati baginya, setelah ia mengetahui alasan keberadaannya di dunia ini. Dia dianjurkan untuk mandi dan membasahi seluruh tubuhnya dengan air, karena sebagaimana batinnya telah suci dari syirik dan maksiat, maka dia dianjurkan untuk menyucikan lahiriahnya dengan mandi.
Nabi ﷺ pernah memerintahkan salah seorang sahabat—yaitu seorang pemimpin Arab—ketika ia ingin masuk Islam agar mandi. (HR. Al-Baihaqi 837).
Siapa pun yang berada dalam kondisi ini, ia harus menjaga tobatnya dan mengorbankan segalanya agar tidak jatuh ke dalam perangkap setan yang dapat menyebabkan kemundurannya.
Seseorang masuk Islam jika ia mengucapkan dua kalimat syahadat, mengetahui maknanya, meyakininya, dan tunduk pada konsekuensinya.
Tobat
Syarat Sah Tobat:
Langkah-Langkah Untuk Tetap Teguh di Atas Tobat
Apa Setelah tobat?
Seorang Muslim akan keluar (dari kemaksiatan) setelah tobat yang tulus dan benar tanpa dosa. Bahkan Allah Ta'ala membalas orang-orang yang jujur, khusyuk, dan benar-benar menyesal dengan keistimewaan yang agung: Dia mengganti keburukan mereka dengan kebaikan, sebagaimana firman-Nya, "Kecuali orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqān: 70).
Siapa yang menjadikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai cinta yang paling agung baginya, mencintai orang lain karena kedekatan mereka dengan Allah dan kebenaran agama mereka, dan membenci untuk kembali kepada kekufuran dan kesesatan setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia membenci jika dilemparkan ke dalam api, maka ia akan merasakan manisnya iman dan kenikmatan di dalam hatinya. Ia akan merasakan keintiman dengan Allah dan ketenangan serta kebahagiaan dengan syariat Allah dan nikmat petunjuk-Nya. Ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ, "Tiga hal, siapa yang memilikinya, ia akan merasakan manisnya iman: siapa yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya; ia mencintai seseorang semata-mata karena Allah; dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia benci jika dilemparkan ke dalam api." (HR. Bukhari: 21, Muslim: 43).
Berpegang Teguh pada Agama dan Sabar dalam Menghadapi Ujian:
Seorang Muslim tidak boleh bersedih jika ia menghadapi cobaan setelah masuk Islam, karena ini adalah sunnah (ketetapan) Allah dalam cobaan. Orang-orang yang lebih baik daripada kita juga diuji dengan cobaan yang lebih berat, lalu mereka bersabar dan berjuang. Para nabi Allah menghadapi berbagai cobaan dari kerabat mereka sebelum orang lain, tetapi mereka tidak melemah karena apa yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak berubah, dan tidak menyimpang. Cobaan adalah ujian dari Allah untuk menguji kejujuran keimanan dan kekuatan keyakinan seorang Muslim. Oleh karena itu, ia harus berada di level ujian ini, berpegang teguh pada agama ini, dan banyak berdoa sebagaimana Nabi ﷺ sering berdoa, "Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmizi: 2140).