Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Bersuci

Pelajaran Adab Buang Hajat

Syariat tidak meninggalkan satu pun perkara yang dihadapi seorang muslim kecuali telah menetapkan adab dan aturannya, termasuk adab terkait buang hajat. Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari adab buang hajat dan istinja, jenis-jenis hadas, serta cara bersuci untuk masing-masing jenis.

  • Mengetahui adab buang hajat dan istinja.
  • Mengetahui jenis-jenis hadas.
  • Mengetahui cara bersuci dari hadas.

Adab Buang Hajat

Orang yang ingin masuk ke toilet di sunnahkan untuk mendahulukan kaki kiri dan mengucapkan: "Bismillah, Allahumma inni a'ūżu bika minal khubuṡi wal khabā`iṡ."

Dengarkan doa masuk toilet

Ketika keluar, dahulukan kaki kanan dan ucapkan: "Ghufrānaka."

Seorang muslim wajib menutup auratnya dari pandangan orang lain saat buang hajat.

Diharamkan buang hajat di tempat yang mengganggu orang lain.

Diharamkan buang hajat di lubang jika di alam terbuka karena mungkin ada hewan yang bisa disakiti atau menyakiti.

Sebaiknya tidak menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat (jika di dalam bangunan). Namun ketika berada di alam terbuka tanpa pembatas, maka wajib untuk tidak menghadap ataupun membelakangi kiblat. Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, "Jika kalian buang hajat, maka jangan menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air kecil ataupun buang air besar."

Wajib menghindari najis supaya jangan sampai mengenai pakaian atau tubuh dan mencucinya jika terkena.

Setelah buang hajat, ada dua pilihan:

١
Istinja (membersihkan dengan air)
٢
Istijmar (membersihkan dengan benda padat)

Istinja

Istinja adalah membersihkan tempat keluarnya air seni dan kotoran dengan air.

Istijmar

Istijmar adalah membersihkan tempat keluarnya air seni dan kotoran dengan tiga tisu atau lebih, batu, atau benda padat lain yang dapat membersihkan najis.

Hadas

Hukum maknawi pada manusia yang menghalangi shalat sebelum bersuci, bukan sesuatu yang nyata seperti najis.

Air Suci

Hadas hilang jika seorang muslim berwudu atau mandi dengan air suci, yaitu air yang tidak tercampur najis yang mengubah warna, rasa, atau baunya.

Hadas terbagi menjadi dua:

١
Hadas kecil: mengharuskan wudu untuk menghilangkannya.
٢
Hadas besar: mengharuskan mandi untuk menghilangkannya.

Hadas Kecil dan Wudu

Jika seorang muslim terkena hadas kecil, dia wajib berwudu untuk shalat. Contoh hadas kecil (pembatal wudu):

1. Buang air kecil, buang air besar, dan apa pun yang keluar dari kedua saluran itu seperti baung angin. Allah Ta'ala berfirman, "Atau salah seorang dari kalian datang dari tempat buang air." Nabi ﷺ bersabda, "Kamu jangan pergi (berwudu) sampai mendengar suara atau mencium bau."

2. Menyentuh kemaluan dengan syahwat tanpa penghalang. Nabi ﷺ bersabda, "Siapa menyentuh kemaluannya, hendaklah berwudu."

3. Makan daging unta. Nabi ﷺ ditanya, "Apakah saya harus berwudu setelah makan daging unta?" Beliau menjawab, "Ya."

4. Hilang akal karena tidur, gila, pingsan, atau mabuk.

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian