Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Shalat

Pelajaran Shalat Berjemaah

Allah mewajibkan shalat berjemaah kepada umat Islam karena shalat tersebut memiliki hikmah yang besar dan banyak manfaatnya. Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar tentang hakikat shalat berjemaah dan hukum-hukumnya.

  • Mengetahui keutamaan shalat berjemaah.
  • Mengetahui maksud dari "mengikuti imam".
  • Mengenal hukum-hukum terkait imam dan makmum.

Allah memerintahkan para lelaki untuk shalat berjemaah dalam shalat lima waktu, dan untuk itu ada pahala yang besar. Nabi ﷺ bersabda, “Shalat berjemaah lebih utama dua puluh tujuh kali lipat daripada shalat sendirian.” (HR. Al-Bukhari 645; Muslim: 650)

Jumlah minimal orang dalam satu jemaah adalah dua orang, yakni seorang imam dan seorang makmum. Makin besar jemaahnya, makin dicintai Allah.

Maksud dari "mengikuti imam"

Maksudnya adalah orang yang shalat di belakang imam hendaknya mengikatkan shalatnya dengan imam, mengikutinya dalam rukuk dan sujud, serta mendengarkan bacaannya. Dia tidak boleh mendahului atau berbeda dari imam itu dalam hal-hal tersebut, akan tetapi mengerjakan amalan tersebut segera setelah imamnya.

Mengikuti Imam

Rasulullah ﷺ bersabda, “Imam itu dijadikan imam untuk diikuti. Maka jika ia mengucapkan ‘Allahu Akbar’, maka ucapkanlah ‘Allahu Akbar’, tetapi jangan ucapkan ‘Allahu Akbar’ hingga ia selesai mengucapkan ‘Allahu Akbar’. Jika ia rukuk, maka rukuklah kalian, tetapi janganlah rukuk hingga ia sempurna rukuknya. Jika ia mengucapkan ‘Sami‘allāhu liman ḥamidah’, maka ucapkanlah ‘Allāhumma rabbanā laka al-ḥamd.’ Jika ia sujud, maka sujudlah, tetapi janganlah sujud hingga ia sempurna sujudnya.” (HR. Bukhari :734; Muslim: 411; Abu Daud: 603, dan redaksi ini adalah redaksi Abu Daud)

Siapakah yang dimajukan menjadi imam?

Orang yang paling hafal Al-Qur`an dan paling baik bacaannya dimajukan menjadi imam. Kemudian yang paling bagus setelahnya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Orang yang menjadi imam suatu kaum adalah orang yang paling baik bacaan Al-Qur`annya. Jika bacaan mereka sama, maka orang yang paling banyak ilmunya terhadap sunnah…” (HR. Muslim: 673)

Di mana posisi imam dan makmum?

Imam hendaknya berdiri di depan, sedangkan makmum berbaris rapat di belakangnya, melengkapi shaf pertama, kemudian shaf berikutnya. Jika jemaahnya hanya seorang, maka ia harus berdiri di sebelah kanan imam.

Bagaimana cara menyempurnakan apa yang terlewatkan dari sang imam?

Siapa yang bergabung dengan imam setelah tertinggal sebagian shalat, maka ia bergabung dengannya hingga imam mengucapkan salam, lalu ia menyempurnakan sisa shalatnya. Apa yang dilakukannya bersama imam adalah awal shalatnya, dan apa yang dilakukannya setelah itu adalah akhir shalatnya.

Bagaimana makmum mendapatkan rakaat shalatnya?

Siapa yang mendapati rukuk bersama imam, maka berarti ia telah mendapatkan rakaat ini seluruhnya. Siapa yang tidak mendapatkan rukuk bersama imam maka berarti dia tidak mendapatkan rakaat tersebut dan rakaat-rakaat sebelumnya, namun ia tetap wajib ikut shalat bersama imam. Apabila imam telah mengucapkan salam, hendaklah ia berdiri dan menyelesaikan shalat yang tidak didapatkannya bersama imam.

Contoh orang yang tertinggal bagian awal shalat bersama imam

Siapa yang mendapati imam pada rakaat kedua shalat Subuh, maka ia harus berdiri setelah imam mengucapkan salam untuk menyempurnakan rakaat yang tersisa dan tidak mengucapkan salam hingga ia telah menyelesaikannya. Karena shalat subuh itu dua rakaat, dan dia hanya menangkap satu rakaat.

Siapa yang mendapati imam sedang dalam tasyahud akhir pada shalat Magrib, maka setelah imam salam, dia wajib shalat tiga rakaat penuh; karena dia mendapati imam pada tasyahud akhir, dan sesungguhnya rakaat itu didapatkan dengan mendapati rukuk bersama imam.

Siapa yang mendapati imam ketika sedang rukuk pada rakaat ketiga shalat Zuhur, maka ia telah mendapati dua rakaat bersama imam (yang bagi makmum adalah dua rakaat pertama shalat Zuhur). Maka ketika imam mengucapkan salam, dia harus berdiri dan menyempurnakan shalat yang tersisa, yaitu rakaat ketiga dan keempat. Sebab shalat zuhur adalah shalat empat rakaat.

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian