Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Al-Qur`an Al-Karim

Pelajaran Hukum dan Adab Membaca Al-Qur`an

Al-Qur`an Al-Karim adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, dan merupakan kewajiban bagi siapa pun yang membacanya untuk mengetahui hukum-hukum membaca serta adab-adabnya. Dalam pelajaran ini, Kamu akan mempelajari sebagian dari hukum dan adab tersebut.

  • Mengenal beberapa hukum dan adab membaca Al-Qur`an Al-Karim.

Hukum Menghafal Al-Qur`an

١
Menghafal Al-Qur`an secara keseluruhan di luar kepala adalah fardu kifayah bagi umat berdasarkan kesepakatan para ulama. Jika telah dilakukan oleh sejumlah kaum muslimin yang mencukupi, maka gugurlah dosa dari yang lainnya.
٢
Setiap muslim wajib menghafal bagian Al-Qur`an yang dengannya shalatnya menjadi sah, yaitu Surah Al-Fātiḥah.
٣
Disunnahkan bagi seorang muslim untuk menghafal bagian Al-Qur`an yang mudah baginya dan menambah hafalannya, karena dalam menghafal Al-Qur`an terdapat keutamaan besar dan pahala yang agung.

Disunnahkan bagi seorang muslim untuk menghafal bagian Al-Qur`an yang mudah baginya dan menambah hafalannya, karena dalam menghafal Al-Qur`an terdapat keutamaan besar dan pahala yang agung.

Hukum Membaca Al-Qur`an

Seorang muslim dianjurk untuk membaca Al-Qur`an Al-Karim dan memperbanyak membacanya sesuai kemampuannya. Allah Ta‘ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.” [QS. Fāṭir: 29].

Hukum Mendengarkan dan Menyimak Bacaan Al-Qur`an

Seorang muslim wajib mendengarkan dan menyimak bacaan Al-Qur`an apabila bacaan tersebut dalam shalat fardu dan khotbah Jumat. Allah Ta‘ala berfirman, “Apabila Al-Qur`an dibacakan, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” [QS. Al-A‘rāf: 204].

Dianjurkan untuk mendengarkan Al-Qur`an pada situasi lain karena hal itu mencerminkan adab dan penghormatan terhadap firman Allah Ta'ala.

Hukum mengamalkan Al-Qur`an

Setiap orang wajib beriman kepada Al-Qur`an dan mengamalkan hukum-hukumnya, menghalalkan apa yang dihalalkan, mengharamkan apa yang diharamkan, menaati apa yang dilarang, menaati perintah-perintahnya, dan mengamalkan segala perintahnya.

Allah Ta'ala berfirman, "Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepada mereka, mereka membacanya dengan sebenarnya." [QS. Al-Baqarah: 121]. Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas raḍiyallāhu 'anhumā berkata, "Mereka menghalalkan apa yang dihalalkannya, dan mengharamkan apa yang diharamkan, dan mereka tidak mengubahnya dari tempatnya." (Tafsir Ibnu Kasir: 1/403).

Abdullah bin Mas’ud raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Dahulu, apabila kami mempelajari sepuluh ayat Al-Qur`an dari Nabi ﷺ, niscaya kami tidak akan mempelajari sepuluh ayat yang diturunkan setelahnya hingga kami mengetahui apa yang ada di dalamnya.” (HR. Al-Hakim: 2047). Perkataannya: “Apa yang ada di dalamnya” maksudnya: apa yang ada di dalamnya terkait, sebagaimana dijelaskan oleh salah seorang perawi hadis.

Membaca Al-Quran secara rutin dan tidak meninggalkannya

Seorang muslim hendaknya senantiasa menjaga hubungan dengan Al-Qur`an dengan terus-menerus membacanya. Tidak selayaknya ia membiarkan satu hari berlalu tanpa membaca sedikit pun dari Al-Qur`an, agar ia tidak melupakannya dan tidak menelantarkannya. Allah Ta‘ala berfirman, “Dan Rasul (Muhammad) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur`an ini sesuatu yang ditinggalkan.’” [QS. Al-Furqān: 30].

Abu Musa raḍiyallāhu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Jagalah Al-Qur`an. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat lepas daripada unta dari ikatannya.” (HR. Bukhari: 5033).

Adab Membaca Al-Qur`an

Membaca Al-Qur`an memiliki adab-adab yang harus diperhatikan agar bacaan tersebut diterima dan diberi pahala. Sebagian adab tersebut dilakukan sebelum membaca, dan sebagian lainnya dilakukan ketika sedang membaca.

Adab Sebelum Membaca Al-Qur`an:

١
Ikhlas kepada Allah dalam membaca Al-Qur`an, yaitu dengan meniatkan membaca karena mencari rida dan pahala-Nya. Allah Ta‘ala berfirman, “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” [QS. Al-Bayyinah: 5]. Adab ini berlaku sebelum membaca Al-Qur`an maupun ketika sedang membacanya.
٢
Bersuci dari hadas besar dan kecil, berdasarkan firman Allah Ta‘ala, “Tidak ada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” [QS. Al-Wāqi‘ah: 79].
٣
Menggunakan siwak untuk menyegarkan mulut, karena hal tersebut merupakan jalur (tempat keluar) Al-Qur`an. Huzaifah raḍiyallāhu ‘anhu meriwayatkan bahwa “Nabi ﷺ ketika bangun untuk salat malam, beliau menggosok mulutnya dengan siwak.” (HR. Bukhari: 1136; Muslim: 255).
٤
Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur`an, karena ia merupakan arah yang paling mulia. Diriwayatkan dari Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap sesuatu memiliki tuan, dan tuan majelis adalah (menghadap (arah) kiblat.” (HR. Tabarani: 2354 dengan sanad hasan).
٥
Membaca ta‘awwudz, berdasarkan firman Allah Ta‘ala, “Apabila engkau membaca Al-Qur`an, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” QS. An-Naḥl: 98].
٦
Membaca Basmalah (Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm) ketika memulai dari awal surah. Anas raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Suatu hari Rasulullah ﷺ berada di tengah-tengah kami, lalu beliau tertidur sejenak kemudian mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Kami bertanya, ‘Apa yang membuat Anda tersenyum wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Baru saja diturunkan kepadaku sebuah surah.’ Lalu beliau membaca: ‘Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kausar. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat).’” (HR. Muslim, 400).

Adab Ketika Membaca Al-Qur`an:

١
Membaca Al-Qur`an dengan perlahan-lahan dan penuh kesadaran, sebagaimana firman Allah Ta'ala, “Dan bacalah Al-Qur`an itu dengan tartil” [QS. Al-Muzzammil: 4].
٢
Membaca Al-Quran dengan Tajwid. Anas raḍiyallāhu ‘anhu ketika ditanya bagaimana bacaan Nabi ﷺ, ia menjawab, “Beliau membaca dengan pemanjangan.” Lalu ia membaca: “Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm,” memanjangkan pada lafaz “Bismillah,” memanjangkan pada “Ar-Rahman,” dan memanjangkan pada “Ar-Rahim.” (HR. Bukhari: 5046)
٣
Memperbaiki suara saat membaca. Al-Bara’ bin Azib raḍiyallāhu ‘anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Hiasilah Al-Qur`an dengan suara-suara kalian.” (HR. Abu Daud: 1468).
٤
Memohon kepada Allah ketika melewati ayat rahmat, meminta perlindungan ketika melewati ayat azab, dan bertasbih ketika melewati ayat tasbih. Dalam hadis Huzaifah tentang shalatnya bersama Rasulullah ﷺ disebutkan, “Kemudian beliau membaca Surah Āli ‘Imrān secara perlahan. Ketika melewati ayat tasbih, beliau bertasbih; ketika melewati ayat permohonan, beliau meminta; dan ketika melewati ayat perlindungan, beliau memohon perlindungan.” (HR. Muslim: 772).
٥
Disunnahkan untuk bersujud jika terjadi sujud tilawah. Aisyah raḍiyallāhu ‘anhā berkata, “Rasulullah ﷺ pada sajdah Al-Qur`an di malam hari membaca doa berikut dalam sujudnya berulang kali: Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, membukakan pendengaran dan penglihatannya dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya.” (HR. Abu Daud: 1414).
٦
Senantiasa menghadirkan kekhusyukan, ketenangan, dan kewibawaan ketika membaca. Allah Ta‘ala berfirman, “Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” [QS. Ṣād: 29].

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian