Bagian saat ini: Shalat
Pelajaran Syarat dan Hukum Shalat
Informasi pelajaran
Target
58,758 siswa lain yang menyelesaikan pelajaran ini
Syarat-Syarat Shalat:
Suci dari hadas dan najis. Abdullah bin Umar meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Shalat tidak diterima tanpa bersuci." (HR. Muslim: 224).
Aurat harus ditutup dengan pakaian yang tidak memperlihatkan perincian anggota tubuh (organ) karena pendek atau transparannya (tipis/tembus pandang)
Dari pusar hingga lutut
Seluruh tubuh perempuan kecuali wajah dan telapak tangan. Aisyah raḍiyallāhu 'anhā. berkata, Nabi ﷺ bersabda, "Allah tidak menerima shalat perempuan yang sudah haid (baligh) kecuali dengan kerudung." (HR. Abu Daud: 641; Tirmizi: 377).
Allah Ta'ala berfirman, "Dan dari mana pun engkau keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram" (QS. Al-Baqarah: 149).
Kiblat kaum Muslimin adalah Ka'bah yang Mulia (Al-Ka'bah Al-Musyarrafah) yang dibangun oleh bapak para nabi, Ibrahim 'alaihissalām. Para nabi 'alaihimusssalām telah berhaji ke sana. Kita mengetahui bahwa Ka'bah hanyalah bebatuan yang tidak mendatangkan mudarat maupun manfaat, tetapi Allah Ta'ala memerintahkan kita untuk menghadap ke arahnya dalam salat agar seluruh umat Islam bersatu menuju satu arah, sehingga kita beribadah kepada Allah dengan menghadap ke arah tersebut
Cara Menghadap Kiblat
Kewajiban gugur karena ketidakmampuan ini, sebagaimana seluruh kewajiban gugur karena ketidakmampuan untuk melaksanakannya. Allah Ta'ala berfirman, "Maka bertakwalah kepada Allah semampu kalian." (At-Taghābun: 16)
Itu (masuknya waktu) adalah syarat sahnya shalat. Shalat tidak sah sebelum masuk waktunya, dan haram menunda (mengakhirkan) shalat dari waktunya, sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin." (QS. An-Nisā`: 103)
Yang paling utama adalah menunaikan shalat pada awal waktunya. Ummu Farwah raḍiyallāhu 'anhā berkata, Rasulullah ﷺ ditanya, "Amalan apakah yang paling utama?" Beliau menjawab, "Shalat pada awal waktunya." (HR. Abu Daud: 426)
Shalat wajib ditunaikan tepat pada waktunya, dan haram menunda (mengakhirkannya) kecuali dalam kasus-kasus yang membolehkan adanya penggabungan (jamak) antara dua salat.
Dia wajib untuk segera menunaikannya (shalat yang terlewat) segera setelah ia mengingatnya. Anas bin Malik raḍiyallāhu 'anhu berkata, Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang lupa mengerjakan shalat, atau tertidur hingga melewatkannya, maka tebusannya adalah ia hsalat ketika ia mengingatnya." (HR. Muslim: 684).
Kewajiban Salat
Balig (dewasa) ditetapkan apabila salah satu dari tanda-tanda berikut terpenuhi:
Shalat Lima Waktu dan Jadwalnya
Shalat ini ada 2 rakaat. Waktunya: dari terbit fajar kedua (cahaya terang di ufuk timur) hingga terbit matahari.
Shalat ini 4 rakaat. Waktunya mulai dari Zawāl (saat matahari mulai condong ke Barat setelah berada di tengah langit), dan berakhir saat bayangan setiap benda sama panjang dengan bendanya.
Shalat ini 4 rakaat. Waktunya dimulai sejak selesainya waktu salat Zuhur, yaitu ketika bayangan setiap benda sudah sama panjangnya dengan bendanya, dan berakhir saat matahari terbenam. Seorang Muslim hendaknya menyegerakan salat sebelum sinar matahari melemah dan warnanya menguning.
Shalat ini 3 rakaat. Waktunya dimulai sejak terbenamnya matahari dan menghilangnya piringannya di ufuk, dan berakhir dengan menghilangnya cahaya merah senja yang muncul setelah matahari terbenam.
Shalat ini 4 rakaat. Waktunya dimulai sejak menghilangnya cahaya merah senja, dan berakhir pada pertengahan malam. Shalat ini masih boleh ditunaikan hingga terbit fajar saat dalam keadaan darurat.