Lanjutkan belajar

Anda belum masuk!
Daftar sekarang di PLATFORM TAA untuk mulai belajar, melacak perkembangan Anda, mengumpulkan poin, dan mengikuti kompetisi. Setelah mendaftar, Anda akan menerima sertifikat elektronik untuk topik yang sudah Anda pelajari.

Bagian saat ini: Al-Qur`an Al-Karim

Pelajaran Pengenalan Al-Qur`an

Pelajaran ini membantu peserta didik untuk mampu memahami hakikat Al-Qur`an, cara turunnya, dan tahap-tahap pengumpulannya.

  • Mengenal hakikat Al-Qur`an beserta jumlah juz dan suratnya.
  • Mengenal tahap-tahap pengumpulan Al-Qur`an.

Al-Qur`an Al-Karim

Allah 'Azza wa Jalla menurunkan Al-Qur`an kepada makhluk-Nya yang terbaik dan penutup para nabi, yaitu Muhammad ﷺ, untuk memberi petunjuk kepada manusia dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Allah berfirman, “Sungguh, telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan Kitab yang jelas. Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan izin-Nya, serta menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” [QS. Al-Mā`idah: 15-16]

Definisi Al-Qur`an al-Karim

Al-Qur`an al-Karim adalah kalam Allah yang bersifat mukjizat, yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ, beribadah membacanya, dimulai dengan Surah Al-Fātiḥah dan diakhiri dengan Surah An-Nās.

Al-Qur`an memiliki banyak nama yang menunjukkan kehormatan dan keutamaannya. Di antara nama-namanya adalah:

١
Al-Qur`an. Allah 'Azza wa Jalla berfirman: “Sesungguhnya Al-Qur`an ini memberi petunjuk kepada yang lebih lurus.” [QS. Al Isrā`: 9]
٢
Al-Kitab. Allah 'Azza wa Jalla berfirman, “Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan di dalamnya.” [QS. Al-Baqarah: 2].
٣
Al-Furqān. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla, “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqān kepada hamba-Nya.” [QS. Al-Furqān: 1]
٤
Az-Zikr. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Az- Zikr (Al-Qur`an) dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” [QS. Al-Ḥijr: 9]

Turunnya Al-Qur`an

Al-Qur`an pertama kali diturunkan kepada Rasulullah ﷺ pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam Lailatul Qadar.” [QS. Al-Qadr: 1]. Allah juga berfirman, “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda.” [QS. Al-Baqarah: 185].

Yang menurunkan Al-Qur`an dari sisi Allah Ta’ala kepada Nabi ﷺ adalah Jibril ‘alaihissalām, salah satu malaikat mulia yang paling dekat (kepada Allah). Allah Ta’ala berfirman tentang Al-Qur`an, “Sesungguhnya Al-Qur`an itu benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam. Ia dibawa turun oleh ar-Rūḥ al-Amīn (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad), agar engkau menjadi salah seorang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” [QS. Asy-Syu‘arā`: 192–195].

Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi ﷺ adalah lima ayat awal dari Surah Al-‘Alaq, yaitu firman Allah, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” [QS. Al-Alaq: 1-5].

Setelah itu, Al-Qur`an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi ﷺ pada waktu-waktu yang berbeda, baik di Makkah maupun di Madinah, selama dua puluh tiga tahun sesuai dengan peristiwa dan keadaan yang terjadi.

Ibnu Abbas raḍiyallāhu ‘anhumā berkata, “Al-Qur`an diturunkan secara sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan lagi secara berangsur-angsur selama dua puluh tahun.” (Al-Asmā’ waṣ-Ṣifāt, karya al-Baihaqi, hlm. 497).

Surah-Surah Al-Qur`an

Jumlah surat dalam Al-Qur`an yang agung adalah 114 surat. Surat pertama adalah Al-Fātiḥah dan yang terakhir adalah Surah An-Nās.

Surah-Surah Makkiyah dan Madaniyah

١
Jumlah surah Makkiyah adalah 86 surah, yaitu surah-surah yang diturunkan kepada Nabi ﷺ sebelum hijrah.
٢
Jumlah surah Madaniyah adalah 28 surah, yaitu surah-surah yang diturunkan kepada Nabi ﷺ setelah hijrah.

Jumlah bagian (juz) dalam Al-Qur`an adalah tiga puluh juz, dan jumlah hizb-nya adalah enam puluh hizb.

Penulisan dan Pengumpulan Al-Qur`an

Proses penulisan dan pengumpulan Al-Qur`an melalui tiga tahap:

Tahap Pertama: Pada Masa Nabi ﷺ

Pada tahap ini, penekanan utama adalah pada hafalan, lebih daripada penulisan, karena kuatnya hafalan, cepatnya daya ingat, sedikitnya jumlah penulis, serta terbatasnya alat tulis. Oleh karena itu, Al-Qur`an belum dikumpulkan dalam satu mushaf. Siapa yang mendengar suatu ayat akan langsung menghafalnya atau menuliskannya pada media yang tersedia seperti pelepah kurma, kulit, batu tipis, atau tulang. Jumlah para penghafal pada masa itu sangat banyak.

Tahap Kedua: Pada Masa Abu Bakar raḍiyallāhu ‘anhu

Pada tahun kedua belas Hijriah, ketika banyak para penghafal Al-Qur`an gugur dalam perang Yamamah, Abu Bakar raḍiyallāhu ‘anhu memerintahkan agar Al-Qur`an dikumpulkan supaya tidak hilang.

Zaid bin Sabit raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Aku dipanggil oleh Abu Bakar setelah peristiwa gugurnya para syuhada di Yamamah, dan ternyata Umar bin Khattab juga berada di sisinya.” Abu Bakar raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Umar datang kepadaku dan berkata, ‘Pembunuhan telah menimpa para qari Al-Qur`an pada hari Yamamah, dan aku khawatir pembunuhan juga akan banyak menimpa para qari di berbagai tempat sehingga banyak bagian dari Al-Quran akan hilang. Aku berpendapat engkau hendaknya memerintahkan pengumpulan Al-Quran.’ Aku berkata kepada Umar, ‘Bagaimana mungkin engkau melakukan sesuatu yang tidak dilakukan Rasulullah ﷺ?’ Umar menjawab, ‘Demi Allah, ini adalah kebaikan.’ Umar terus-menerus mendesakku hingga Allah melapangkan hatiku untuk menerima pendapatnya, dan aku pun melihat kebenaran seperti yang dilihat Umar.” Zaid melanjutkan, “Abu Bakar berkata kepadaku, ‘Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas, kami tidak meragukanmu. Engkau pernah menuliskan wahyu untuk Rasulullah ﷺ, maka telusurilah Al-Qur`an dan kumpulkanlah.’ Demi Allah, seandainya mereka membebankan kepadaku untuk memindahkan salah satu gunung, itu tidak akan lebih berat bagiku daripada tugas mengumpulkan Al-Qur`an.” Aku berkata, ‘Bagaimana kalian melakukan sesuatu yang tidak dilakukan Rasulullah ﷺ?’ Abu Bakar menjawab, ‘Demi Allah, itu adalah kebaikan.’ Abu Bakar terus-menerus membujukku hingga Allah melapangkan hatiku sebagaimana Dia melapangkan hati Abu Bakar dan Umar raḍiyallāhu ‘anhumā, maka aku pun menelusuri Al-Qur`an dan mengumpulkannya dari pelepah kurma, batu tipis, serta hafalan para sahabat... Hingga akhirnya kumpulan lembaran itu berada di sisi Abu Bakar sampai Allah mewafatkannya, kemudian berada di sisi Umar selama hidupnya, lalu berada di sisi Hafsah binti Umar raḍiyallāhu ‘anhā.” (HR. Bukhari: 4986)

Tahap Ketiga: Pada Masa Utsman bin Affan raḍiyallāhu ‘anhu

Wilayah kekuasaan Islam semakin luas pada masa Usman ibn Affan raḍiyallāhu ‘anhu. Setiap daerah mempelajari bacaan Al-Qur`an dari sahabat yang mengajari mereka. Karena perbedaan cara membaca yang beragam—yang semuanya valid—dikhawatirkan terjadi perselisihan, terutama bagi mereka yang tidak mendengar Al-Qur`an langsung dari Nabi ﷺ. Maka Usman memerintahkan agar umat disatukan dalam satu mushaf untuk menghindari perpecahan dalam Kitab Allah.

Anas bin Malik raḍiyallāhu ‘anhu meriwayatkan bahwa Huzaifah bin al-Yaman datang menghadap Usman setelah ikut berjihad bersama pasukan Syam dalam penaklukan Armenia dan Azerbaijan bersama penduduk Irak. Huzaifah merasa khawatir melihat perbedaan mereka dalam bacaan Al-Qur`an. Ia berkata kepada Usman, “Wahai Amirul Mukminin, selamatkanlah umat ini sebelum mereka berselisih tentang Al-Qur`an seperti perselisihan Yahudi dan Nasrani.” Lalu Usman mengutus seseorang kepada Hafsah, “Kirimkan kepada kami lembaran-lembaran (mushaf) itu agar kami salin ke dalam mushaf-mushaf, kemudian akan kami kembalikan kepadamu.” Hafsah pun mengirimkannya, dan Usman memerintahkan Zaid bin Sabit, Abdullah bin az-Zubair, Sa‘id bin al-‘Ash, dan Abdurrahman bin al-Haris bin Hisyam untuk menyalinnya ke dalam mushaf. (HR. Bukhari: 4987)

Al-Qur`an tetap sebagaimana yang dikumpulkan pada masa itu dan tetap disepakati serta diriwayatkan secara mutawātir oleh seluruh umat Islam hingga kini.

Anda sudah menyelesaikan pelajaran dengan sukses


Mulai ujian