Bagian saat ini: Keluarga Muslim
Pelajaran Hak-Hak Anak
Informasi pelajaran
Target
548 siswa lain yang menyelesaikan pelajaran ini
Allah telah menanamkan dalam hati para ayah dan ibu keinginan untuk memperoleh keturunan dan agar mereka terlahir dalam keadaan sehat dan selamat. Keinginan ini juga merupakan harapan bapak kita Adam dan istrinya ‘alaihimas-salām. Allah Ta‘ala berfirman, “Dialah yang menciptakan kalian dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan pasangannya agar ia merasa tenteram kepadanya. Maka ketika ia menggaulinya, istrinya mengandung dengan kandungan yang ringan dan terus membawanya. Ketika kandungannya menjadi berat, keduanya berdoa kepada Allah, Tuhan mereka: ‘Jika Engkau memberi kami keturunan yang saleh, niscaya kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.’” [QS. Al-A‘rāf: 189]. Terwujudnya harapan ini adalah murni karunia dan anugerah dari Allah Azza wa Jalla yang menuntut agar kita senantiasa bersyukur kepada-Nya.
Islam memberi perhatian besar terhadap keturunan dan segala hal yang berkaitan dengannya. Di antara tandanya adalah pembicaraan dalam Al-Qur`an tentang keturunan dan nikmat memiliki anak setelah penyebutan tentang kekuasaan Allah atas langit dan bumi. Allah Ta‘ala berfirman, “Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia menganugerahkan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan menganugerahkan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kepada mereka pasangan laki-laki dan perempuan, dan menjadikan siapa yang Dia kehendaki mandul. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” [QS. Asy-Syūrā: 49–50]. Allah Ta‘ala juga menjadikan keturunan sebagai perhiasan kehidupan dunia, sebagaimana firman-Nya, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.” [QS. Al-Kahf: 46].
Syariat memberikan perhatian besar kepada anak-anak dan pendidikan mereka. Mereka adalah penopang masa depan. Dengan kesalehan mereka, ibadah kepada Allah Azza wa Jalla akan terus berlangsung di muka bumi, serta pembangunan bumi berlangsung sesuai dengan apa yang diridhai-Nya. Allah Ta‘ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.” [QS. At-Taḥrīm: 6]. Ali raḍiyallāhu 'anhu berkata, "Maksudnya: ajarilah mereka dan didiklah mereka." Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang mengasuh dua anak perempuan hingga keduanya dewasa, maka pada hari kiamat aku dan dia seperti ini.” Beliau merapatkan jari-jarinya. (HR. Muslim: 2631).
Hak-Hak Anak atas Orang Tua
Hak-hak ini mencakup penyediaan tempat tinggal, makanan, minuman, pakaian, pelayanan kesehatan, serta nafkah bagi anak sesuai ketentuan syariat. Hak-hak ini menjadi kewajiban ayah selama ia mampu.
Di antara hak nonmateri terbesar yang wajib diberikan orang tua kepada anak adalah membesarkan mereka dengan pendidikan yang baik berdasarkan prinsip-prinsip agama yang benar. Mereka diajarkan Al-Qur'an, sunnah Nabi yang sahih, sirah Nabi ﷺ, serta dibina dengan ajaran Islam; melaksanakan perintah, menjauhi larangan, dan berpegang pada akhlak mulia. Semua itu dilakukan dalam suasana pengagungan kepada Allah, mencintai-Nya, serta mencintai Nabi-Nya ﷺ, agama, dan syariat-Nya.
Kasih sayang kepada anak memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan mereka dan perkembangan akal mereka, selama tidak berlebihan sehingga menjadikan mereka manja dan mengganggu kesungguhan mereka dalam menjalani kehidupan. Tidak adanya kasih sayang dan perlakuan lembut, atau memperlakukan mereka dengan kasar dan keras, atau bersikap cuek terhadap mereka, dapat membuat jiwa mereka gelap, memadamkan kecerdasan mereka, dan mendorong mereka kepada durhaka, pembangkangan, bahkan penyimpangan dan kerusakan.
Di antara hak nonmateri lainnya adalah menciptakan suasana saling menghormati, ketenangan, dan kasih sayang di dalam keluarga. Tidak selayaknya pertengkaran orang tua atau saudara yang lebih besar mendominasi suasana rumah, karena hal itu berdampak buruk pada perilaku anak-anak dan membuat mereka hidup dalam suasana tegang dan penuh tekanan.
Di antara hak nonmateri yang lain: perhatian orang tua untuk mencarikan teman yang saleh bagi anak-anak mereka, serta tidak membiarkan mereka bergaul dengan orang-orang yang berperilaku buruk atau memiliki kebiasaan tercela, karena hal itu memengaruhi perilaku mereka. Sifat buruk mudah menular dari orang lain kepada mereka.
Orang tua hendaknya memperhatikan kondisi anak-anak mereka, memantau perilaku dan tindakan mereka, serta memberikan nasihat, bimbingan, dan arahan setiap kali diperlukan. Namun harus tetap berada dalam batas yang wajar; tidak selayaknya nasihat atau komentar diberikan terus-menerus tanpa henti, atau pada setiap hal kecil dan besar. Sikap seperti itu dapat membuat anak bosan mendengarkan dan tidak mau mengikuti nasihat. Karena itu, ayah dan ibu perlu memilih waktu dan metode yang tepat untuk memberi nasihat dan bimbingan.